Enrekang — Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti sebuah pertemuan santai yang mempertemukan sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Enrekang. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan silaturahmi masih menjadi nilai utama di tengah kesibukan masing-masing
Tanpa formalitas dan jarak, para tokoh duduk melingkar di kursi sederhana, menikmati kopi hangat sambil berbagi cerita dan pengalaman. Tawa lepas dan canda ringan mewarnai pertemuan, menciptakan atmosfer yang akrab seolah mempertemukan kembali sahabat lama yang telah lama tak bersua.
Salah satu tokoh yang hadir mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali berkumpul dalam suasana yang penuh kekeluargaan.
“Momen seperti inilah yang menjadi Khasanah budaya Enrekang yang senantiasa dirindukan dan dijunjung bersama, dekat tak bersekat, jabat tak membawa jabatan, ramah tak berceramah – intinya kedekatan dan kebersamaan yang tulus ,” ujarnya sambil tersenyum.
Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga menjadi wadah mempererat hubungan emosional antar sesama tokoh dan masyarakat. Melalui momen seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas masyarakat Enrekang terus tumbuh dan terjaga.
Di sela perbincangan ringan, tersirat pula harapan agar semangat kebersamaan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga hubungan sosial yang harmonis dan menghargai kebersamaan dalam perbedaan.
Dengan latar alam pegunungan yang menenangkan dan udara sejuk khas Enrekang, pertemuan tersebut menjadi simbol indah bahwa makna kebersamaan sejati tidak diukur dari kemewahan, melainkan dari ketulusan hati yang mempertemukan.
Pertemuan sederhana namun penuh makna itu akhirnya menjadi pengingat bagi semua yang hadir — bahwa di tengah berbagai kesibukan, meluangkan waktu untuk bersilaturahmi adalah bentuk nyata menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat membangun Enrekang bersama.




















